Perbedaan Pupuk Organik dengan Pupuk Non Organik Untuk Pertanian

Perbedaan Pupuk Organik dengan Pupuk Non Organik Untuk Pertanian
Perbedaan Pupuk Organik vs Non-organik - Pupuk merupakan bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara tanaman. Jika suatu tanaman diberikan pupuk, maka tanaman tersebut akan mendapatkan peningkatan pertumbuhan dan hasil yang baik.

 Proses pemberian pupuk terhadap tanaman disebut pemupukan. Pemupukan itu sendiri merupakan penambahan satu atau beberapa hara tanaman yang tersedia kedalam tanah untuk mempertahankan kesuburan tanah agar tercapainya hasil produksi yang maksimal.

Pemberian dan penggunaan pupuk ini dimaksudkan untuk menambah kandungan hara yang dibutuhkan oleh sebuah tanaman. Pemberiannya kepada tanaman dapat dilakukan dengan cara disemprot, ditaburkan, dan juga disuntikkan langsung pada tanaman. Pupuk ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu pupuk organik dan juga pupuk non-organik.

a. Pupuk Organik


Pupuk organik merupakan suatu pupuk yang berasal dari sisa tanaman dan hewan. Pupuk ini bisa berupa pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos yang berbentuk cair maupun padat. Pupuk orhanik yang berbentuk padat ini dapat memperbaiki sifat fisik dan juga struktur tanah, meningkatkan daya tahan terhadap air, kimia, dan biologi tanah sesuai dengan kriteria sebagai berikut:
  1. Pupuk padatan minimal mengandung bahan organik sebanyak 25%
  2. Pupuk cair minimal mengandung bahan organik sebanyak 10%
  3. Pupuk padat memiliki rasio C:N maksimal 15.
Pupuk organik ini memiliki banyak sekali keunggulan sehingga banyak petani yang memilihnya sebagai penambah unsur hara pada tanaman. Berikut ini merupakan keunggulan yang dimiliki oleh pupuk organik:
  • Terdapat unsur hara yang lengkap dalam kandungan pupuk organik. Unsur hara tersebut dapat berupa unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Hal ini bertentangan dengan kondisi yang dimiliki oleh pupuk anorganik.
  • Asam-asam organik seperti asam humic, asam fulfic, hormon, dan enzim terkandung dalam pupuk organik yang sangat berguna untuk tanaman maupun lingkungan dan juga mikroorganismenya. Hal ini tidak dapat ditemukan dalam pupuk non-organik atau pupuk buatan.
  • Pupuk organik memiliki makro dan mikro organisme tanah yang sangat berpengaruh baik pada tingkat perbaikan sifat fisik tanah dan juga sifat biologis tanah.
  • Pupuk organik dapat memperbaiki dan menjaga struktur tanah.
  • Pupuk organik sama sekali tidak akan merusak lingkungan.
  • Pupuk organik sangat aman untuk digunakan dalam jumlah besar dan berebih sekali pun.
  • Pupuk ini dapat membantu menjaga kelembapan tanah, dan juga menyangga pH tanah.
  • Pupuk organik dapat menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan.
  • Meskipun begitu, pupuk organik ini tetap memiliki kekurangan. Lalu, apa saja kekurangan yang dimiliki oleh pupuk organik tersebut? Di bawah ini merupakan penejlasannya:
  • Jumlah pupuk organik harus diberikan lebih banyak karena mengandung unsur hara yang jumahnya relatif kecil.
  • Saat menggunakan pupuk organik, kita akan memerlukan tambahan biaya operasional untuk pengangkutan dan implementasinya karena jumlahnya yang cukup banyak.
  • Ketika tanahnya miskin unsur hara, maka pemberian pupuk organik ini membutuhkan jumlah yang besar sehingga akan menambah beban biaya bagi para petani. 
b. Pupuk non-organik

Selain pupuk organik, terdapat pula pupuk non-organik. Pupuk non-organik ini merupakan jenis pupuk yang berasal dari bahan anorganik yang mengandung unsur/minerat tertentu. Pupuk non-organik juga dikenal sebagai pupuk kimia karena biasanya mengandung bahan kimia di dalamnya. Salah satu contohnya adalah Urea yang mengandung unsur Nitrogen.

Pemberian pupuk ini dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pemberian pupuk non-organik ini dapat dilakukan dengan cara disebar, ditempatkan dalam larikan, diletakkan dalam lubang tanam, dan disemprotkan pada daun. Sehingga pupuk ini memiliki kandungan nutrisi yang berguna bagi pertumbuhan dan juga perkembangan tanaman. Kandungan yang dimiliki oleh pupuk non-organik ini antara lain:

- Nitrogen
Nitrogen adalah salah satu unsur hara makro yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak oleh suatu tanaman. Nitrogen ini berperan penting dalam merangsang pertumbuhan tanaman dan juga dalam membentuk hijau daun untuk proses fotosintesis.

- Fosfor
Pupuk non-organik ini juga mengandung fosfor di dalamnya. Fosfor ini berperan penting dalam merangsang pertumbuhan akar, khususnya pada tanaman muda. Fungsi lain dari fosfor adalah sebagai bahan baku dalam pembentukan beberapa protein pada tumbuhan. Dengan menambahkan fosfor, maka tanaman dapat cepat berbunga dan berbuah.

- Kalium
Unsur kalium juga berfungsi untuk tanaman dalam pembentukan hijau daun dan juga membantu membentuk protein dan karbohidrat pada tumbuhan.

Selain memiliki unsur yang tekandung di dalamnya, pupuk non-organik ini juga memiliki beberapa ciri untuk mengenalinya. Simak pembahasan ciri-cirinya di bawah ini:

- Memiliki sifat higroskopisitas
Higroskopisitas adalah sifat dari pupuk yang berkaitan dengan kemampuannya mengikat uap air dari udara bebas.

- Reaksi pupuk
Pupuk anorganik secara umum dapat menurunkan pH tanah sehingga memberikan reaksi tanah yang bersifat asam. Tanah dengan reaksi asam menimbulkan pH rendah yang berguna pada beberapa tanaman tertentu atau konidisi tanah yang memiliki pH terlalu tinggi.

- Daya larut
Daya larut yang dimiliki pupuk non-organik ini sangatlah tinggi. Hal ini akan memengaruhi cepat dan lambatnya unsur hara yang ada di dalam pupuk terserap ke dalam tanaman.

- Kandungan unsur hara
Kadar unsur hara makro yang terkandung dalam pupuk non-organik ini biasanya dinyatakan dalam bentuk persen. Sedangkan kadar unsur mikronya ditandai dengan satuan ppm (part per million).

Pupuk non-organik ini juga memiliki kelebihan dibandingkan dengan pupuk organik. Beberapa kelebihannya adalah:
  • Membantgu membentuk produk tanaman dengan cepat dan baik sehingga hasil panen yang didapatnya maksimal
  • Memberikan dampak perkembangan tanaman yang signifikan
  • Tanaman dapat tumbuh dengan maksimal
  • Unsur hara yang terkandung di dalam pupuk non-organik ini sangat cepat terserap sehingga dapat lebih cepat untuk berbuah
  • Mempercepat waktu pertumbuhan pada tanaman maupun tumbuhan
  • Memberikan hasil panen yang maksimal setara dengan kualitas yang besar
Pupuk non-organik juga memiliki kekurangan. Di antara kekurangan yang dimilikinya adalah:
  • Membuat tanaman menjadi layu dan mati jika pupuknya terkena tanaman langsung
  • Tidak terjaminnya ketersediaan pupuk
  • Mengakibatkan tidak seimbangnya unsur hara dalam tanah jika terlalu sering mengunakannya
  • Jika terlalu sering menggunakan pupuk non-organik akan menyebabkan tanah tidak dapat menyimpan kandungan air di dalam tanah dan menyebabkan tanah cepat kering
  • Tidak dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama sehingga harus sering dilakukan pemupukan.
Di lain sisi, pupuk non-organik juga memiliki dampak negatif, di antaranya adalah:
  • Menyebabkan penvemaran udara
  • Meingkatkan keasaman tanah
  • Menghilangkan keberadaan unsur mikro
  • Menyebabkan ketergantungan pada pupuk non-organik
  • Menyebabkan polusi air
Demikianlah pemaparan dan pembahasan mengenai pupuk organik dan pupuk non-organik. Dapat disimpulkan bahwa kedua jenis pupuk itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai pengguna, kita dapat memilih mana yang terbaik untuk tanaman kita. oleh karena itu, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Penulis: Melia Fitrianingsih
Apakah Artikel Ini Bermanfaat ?

Comments

Newer Posts Older Posts