Cara Menanam Bawang Merah Di Pot Halaman Rumah

Cara Menanam Bawang Merah Di Pot Halaman Rumah
Cara Menanam Bawang Merah Di Halaman Rumah - Bawang merah merupakan jenis umbi-umbian dan salah satu bumbu masak yang sangat wajib untuk disertakan. Bagaimana tidak, bawang merah ini memegang peran penting dalam hal memberikan rasa gurih pada masakan, terutama untuk masakan yang menggunakan cabai seperti sambal balado, nasi goreng, dan lain sebagainya. Selain memberi rasa gurih pada masakan, bawang merah juga memberikan manfaat, terutama pada kesehatan.

Manfaatnya untuk kesehatan adalah meningkatkan kesehatan tulang, mengontrol diabetes, mengatasi sembelit, meningkatkan sitem imunitas, dan melegakan tenggorokan. Dari hal tersebut, penting sekali bagi kita untuk membudidayakan salah satu umbi-umbian ini.

Bawang merah ini bisa tumbuh baik di dataran rendah hingga dataran tingi. Syaratya adalah daerah tersebut memiliki ketinggian antara 0 hingga 800 meter di atas permukaan laut. Biasanya umbi-umbian ini ditanam di pegunungan, tetapi banyak juga ditanam di dataran rendah. Tidak menutup kemungkinan bahwa bawang merah ini dapat ditanam di sekitar rumah.

Menanam bawang merah di rumah juga memungkinkan kita untuk mengonsumsinya dalam keadaan yang lebih segar. Untuk kamu yang tertarik membudidayakannya, langsung saja simak cara menanam bawang merah di rumah yang akan dijelaskan di bawah ini!

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan


Saat memutuskan untuk menanamya di sekitar rumah, alat dan bahan yang digunakannya pun cukup mudah ditemukan. Berikut ini adalah rinciannya:
  • Pot,  Pot ini berfungsi sebagai tempat menanam tubuhan. Benda ini juga berperan penting dalam proses menanam bawang merah di rumah. 

pot - bukalapak
  • Tanah subur, Tanah subur ini berperan penting karena mengandung unsur hara, air, dan unsur lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk suksesnya proses penanaman.

tanah subur - bukalapak
  • Media tanam, Fungsi dari media tanam ini adalah untuk memberikan ruang bagi akar dalam berpenetrasi.

media tanam - sentulfresh
  • Bibit bawang merah, Untuk mencari bibitnya tidak sulit karena dapat menggunakan bawang merah yang terdapat di dapur dengan bentuk yang paling bagus dan segar.

contoh bibit bawang merah - shopee

2. Memulai untuk penanaman bawang merah

Setelah mengetahui alat dan bahan yang diperlukan, maka hal yang dilakukan selanjutnya adalah memulai untuk proses penanaman. Simak baik cara-caranya di bawah ini!
  • Pertama, campurkanlah media tanam dan tanah subur yang telah disediakan. Masukkanlah ke dalam pot sampai dengan ¾ isi.
  • Kedua, ambillah beberapa bawang yang paling bagus yang telah disediakan. Usahakan untuk memilih bawang yang terdapat bercak hitam karena khawatir dapat menyebabkan pohon dihinggapi penyakit.
  • Potonglah sedikt bagian ujung bawangnya hingga terlihat daging bawangnya. Jika bawang tersebut sudah memiliki tunas maka tidak perlu dipotong lagi.
  • Setelah memotong ujungnya, taruhlah bawang-bawang tersebut di dalam tanah dengan kedalaman 5 cm dan timbun dengan tanah. Tanahnya tidak perlu ditekan agar menghasilkan rongga-rongga di tanah tersebut.
  • Langkah terakhir adalah menyiramnya secara rutin pada pagi dan sore hari. Usahakan menggunakan semprotan tanaman agar tidak membuat bibitnya rusak.
3. Memerhatikan pemeliharaan tanaman bawang merah

Setelah mengetahui langkah dan caranya, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memerhatikan pemeliharaan yang baik pada bawang merah tersebut. Hal ini bertujuan agar bawang merah dapat dipanen sesuai dengan yang diharapkan. Simak cara-caranya di bawah ini!
  • Siramlah bawang merah di dalam pot sebanyak dua kali sehari. Penyiraman ini bisa dilakukan pada pagi dan sore hari. Ingat, hindari menyiram bawang merah dengan terlalu banyak air agar bawang tidak mudah busuk.
  • Tempatkan pot tersebut di daerah yang terkena langsung oleh sinar matahari. Hal ini bertujuan agar laju pertumbuhannya dapat berjalan maksimal.
  • Selanjutnya adalah berilah ruang yang cukup untuk bawang yang ditanam di dalam pot. Jangan menaruh bawang terlalu banyak karena dikhawatirkan akan membuat potnya sempit. 
  • Cara berikutnya adalah memberi pupuk lanjutan terhadap bawang merah. Pilihlah jenis pupuk yang tepat untuk tanaman ini, sebab jika pemilihannya tidak tepat dikhawatirkan pertumbuhan bawangnya tidak maksimal. Terdapat dua jenis pupuk yang memiliki fungsi berbeda, yaitu pupuk daun dan juga pupuk buah. Pupuk daun ini digunakan jika kamu menanam bawang untuk tujuan mengambil daunnya. Sedangkan pupuk buah ini digunakan jika kamu menanam tanaman ini untuk mengambil umbinya. Oleh karena itu, sebelum menanamnya, alangkah lebih baik kamu menentukan keputusannya, apakah akan mengambil daunnya atau umbinya.
  • Hindarkan tanaman bawang merah dari serangan hama. Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat memutuskan untuk bercocok tanam, kita akan dihadapkan pada hal-hal yang mengganggu, salah satunya adalah hama. Dari hal tersebut, penting sekali bagi kita untuk melakukan persiapan dalam menghadapi kemungkinan tersebut.

Masalah yang biasanya ditemukan saat menanam bawang merah adalah serangan ulat dan juga daun menguning atau bisa juga disebut dengan penyakit kayu.

Ketika sebuah tanaman terkena serangan ulat, maka pada tanaman terseut terdapat bercak-bercak putih yang biasanya terlihat juga pada daun bawang. Jika hal tu terjadi, maka kamu bisa melakukan penanganan dengan dua hal, yaitu menggunakan bahan kimia maupun bahan alami. Untuk bahan kimia, kamu cukup menyemptotkan insektisida pada tanaman yang terserang, sedangkan untuk menggunakan bahan alami, kamu cukup mengambil ulat-ulat tersebut secara manual.

Serangan lainnya berupa penyakit kayu yang bisanya diakibatkan oleh jamur. Ciri-ciri bawang yang terkena penyakit ini adaah daunnya menguning, ujungnya layu, dan daunnya terpilin. Cara mengatasinya adalah sama dengan penyakit sebeumnya, yaitu menggunakan cara kimia dan cara alami. Namun, pastikan bahwa cairan kimia yang diberikan tidak terlalu banyak agar bawang merah tidak terkontaminasi.

4. Memanen bawang merah yang telah ditanam

Setelah melakukan persiapan hingga perawatan bawang merah, maka langkah selanjutnya adalah memanennya. Waktu yang diperlukan bawang merah untuk benar-benar sia dipanen adalah sekitar 60-90 hari penanaman.

Salah satu cara untuk memastikan bawang merah benar-benar siap dipanen adalah dengan melihat dau yang sudah agak layu dan kering. Selain itu, kamu juga bisa mengecek bagian bagian tanah yang ada dalam potnya. Jika sudah siap dipanen, biasanya akan terlihat bawang yang menyembul ke permukaan. Jika sudah begitu, maka bawang merah dapat dipanen dan dikonsumsi.

Bawang merah yang baru saja dipanen ini biasanya masih memiliki kandungan air, oleh karena itu jemurlah sisa bawang merah yang sudah dipanen tersebut selama satu hingga dua minggu guna mengurangi kandungan air yang dimilikinya. Selain itu, bawang merah yang kandungan airnya sudah berkurang dapat lebih awet untuk disimpan dan tidak mudah busuk.

Demikianlah alat, bahan, dan cara-cara yang harus dilakukan juga dipertimbangkan saat kamu memutuskan untuk menanam bawang merah di rumah. Jika ingin terus membudidayakannya secara berulang, maka gantilah tanah yang telah digunakan itu agar tidak jenuh, sebab biasanya tanah yang jenuh akan memberikan penolakan terhadap tanaman dan dikhawatirkan tanamannya gagal untuk dipanen. Dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah ini terbilang mudah sehingga cocok sekali untuk kamu yang baru memulai untuk bercocok tanam.

Penulis: Melia Fitrianingsih
Apakah Artikel Ini Bermanfaat ?

Comments

Newer Posts Older Posts