12 Jenis Sayuran Penurun Darah Tinggi


12 Jenis Sayuran Penurun Darah Tinggi - pixabay

Sayur Penurun Darah Tinggi 

Tekanan darah tinggi atau yang biasa disebut dengan nama hipertensi ini merupakan sebuah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG ini merupakan bacaan sistolik yaitu suasana ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan angka 90 mmHG ini merupakan bacaan diastolik yaitu suasana ketika jantung dalam keadaan rileks dan juga mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.

Tekanan sistolik ini merupakan tekanan maksimal karena jantung sedang berkontraksi, sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan terendah saat jantung beristirahat.

Hipertensi termasuk ke dalam salah satu penyakit yang membunuh, sebab penyakit ini tidak menimbulkan gejala jangka panjang. Namun, perlu diingat bahwa hal ini mungkin mengakibatkan komplikasi yang akan mengancam nyawa seperti penyakit jantung. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka hipertensi akan menyebabkan banyak penyakit, salah satunya adalah stroke. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita semua untuk mengetahui gejala-gejala yang dialami oleh orang yang hipertensi.

Hipertensi ini menunjukkan banyak sekali gejala dan ciri-cirinya. Secara umum, gejalanya adalah sakit kepala parah, pusing, penglihatan menjadi buram, merasa mual, telinga terasa berdenging, merasa kebingungan detak jantung yang tidak teratur, sering kelelahan, nyeri di bagian dada, mengalami kesulitan bernafas, dan ada sensasi detak tak beraturan di dada, leher, atau telinga.
Setelah mengetahui apa itu hipertensi dan gejalanya, alangkah lebih baiknya jika mengetahui pula mengenai penyebabnya.

Di bawah ini merupakan penyebab seseorang terkena hipertensi:

- Usia

Usia merupakan faktor utama seseorang terkena hipertensi karena memiliki risiko yang sangat rentan. Biasanya hipertensi pada pria terjadi pada usia 45 tahun, sedangkan pada wanita terjadi pada usia 65 tahun.

- Obesitas

Seseorang juga harus memeprhatikan berat badannya karena jika berat badannya terus meningkat tanpa terkontrol maka akan mengakibatkan nutrisi dan oksigen yang dialirkan dalam sel melalui pembuluh darah pun ikut meningkat. Hal ini dapat memicu peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah dan jantung.

- Keturunan

Hipertensi ini juga rentan menyerang pada seseorang yang anggota keluarganya memiliki riwayat darah tinggi.

- Terlalu banyak mengonsumsi garam atau kekurangan kalium

Jika terlalu banyak mengonsumsi garam, tetapi tidak mengonsumsi makanan yang mengandung kalium, maka hal ini akan memicu tingginya natrium dalam darah. Dari hal tersebut maka cairan dalam tubuh akan tertahan dan meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah.

- Kurang berolahraga

Olahraga adalah hal yang penting sekali bagi kesehatan tubuh. Jika seseorang tidak memerhatikan hal yang satu ini, maka dapat meningkatkan berat badan yang juga termasuk ke dalam faktor risiko hipertensi.

-Pola tidur tidak teratur

Sudah bukan rahasia lagi jika kenapa orang yang sering begadang atau kacau waktu tidurnya sering punya resiko hipertensi lebih tinggi. Hal itu salah satunya dipicu oleh kurangnya istirahat sehingga otot jantung bekerja lebih ekstra dibadingkan saat pola tidur normal dimana jatung juga bisa lebih "beristirahat".

Setelah beberapa ciri, penyebab, dan gejala hipertensi dipaparkan, alangkah lebih baik kita mengetahui cara pengobatan hipertensi. Banyak hal yang dapat diusahakan untuk menurunkan tensi darah tersebut, baik dengan pengobatan non-alami maupun dengan pengobatan alami. Nah, pada artikel ini akan dibahas mengenai sayur-sayuran penurun darah tinggi. Lalu, apa saja syuran tersebut? Simak pemaparan lebih jelasnya di bawah ini!

Di bawah ini merupakan sayuran yang dapat menurunkan hipertensi:

1. Paprika

paprika - pixabay
Paprika merupakan satu sayuran yang memiliki kandungan kalium yang tinggi. Mineral yang terkandung di dalamnya menjaga cairan di dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan fungsi otot dan juga mengatur tekanan darah. Sayuran ini juga mengandung likopen yang baik untuk mengontrol tekanan darah.

2. Lobak

lobak - pixabay
Sayuran yang juga kaya akan kalium ini dapat menurunkan tekanan darah dan juga menjaga aliran darah tetap terkontrol. Lobak pula mengandung nitrat yang dapat memberi banyak manfaat bagi kesehatan pembuluh darah.

3. Labu siam

lebu siam - pixabay

Kalium juga terkandung dalam labu siam yang membantu mengendurkan pembuluh darah. Hal ini dapat melancarkan aliran darah dan mengurangi tekanan darah. Labu siam juga terbukti dapat menurunkan kolesterol. Labu siam ini mengandung 14% asupan harian sehingga memiliki serat yang tinggi.

4. Selada

selada - pixabay

Mengonsumsi selada juga dapat menurunkan hipertensi karena dapat meningkatkan HDL (koleterol baik) dan juga mengurangi kolesterol jahat. Selada juga kaya akan vitamin A dan C sehingga dapat membantu tubuh untuk mengoksidasi kolesterol dan memperkuat arteri. Nutrisi dalam selada juga dapat meningkatkan aliran darah dan mencegah serangan jantung.

5. Brokoli

brokoli - pixabay
 Sayur jenis ini dapat membantu mengendurkan pembuluh darah dan juga mengurangi kerusakan yang terjadi di dalam arteri. Serat, kalium, kalsium, magnesium, dan vitamin C terkandung lengkap di dalam brokoli. Vitamin C ini berfungsi sebagai antioksidan yang memperkuat pembuluh darah dan juga mempertahankan oksida nitrat sehingga dapat melemaskan pembuluh darah.

6. Kale

kale - pixabay

Kale juga termasuk ke dalam sayuran yang dapat menurunkan hipertensi karena mengandung kalium yang sangat tinggi dan kaya akan serat. Seperti sayuran berdaun hiaju lainnya, kale ini mengandung banyak antioksidan yang mampu menurunkan tekanan darah.

7. Seledri

seledri - pixabay

Jenis sayuran selanjutnya yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi adalah seledri. Kumarin yang terkandung di dalam seledri dapat membantu menurunkan tekanan darah dan membantu keseimbangan air. Seledri merupakan salah satu jenis sayuran yang mengandung banyak serat yang baik dan orang yang mengonsumsinya akan memiliki tekanan darah yang rendah.

8. Kol


Kol adalah sumber kalium yang dinilai sangat baik yang bertugas untuk membantu mengatur tekanan darah dengan menangkal efek natrium dalam tubuh. Kalium juga berperan dalam pengeluaran natrium dalam urin yang berlebihan. Selain itu, kalium dapat melemaskan dinding pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah.

9. Wortel

wortel - pixabay
Sama dengan sayuran sebelumnya, wortel juga memiliki kalium yang berlimpah. Kalium dalam wortel ini dapat mengendurkan ketegangan di dalam pembuluh darah dan dapat meningkatkan sirkulasi aliran darah dan menurunkan tingkat tekanan darah.

10. Bayam

bayam - pixabay
Seyuran lainnya yang dapat menurunkan hipertensi adalah bayam. Bagaimana tidak, bayam yang mengandung lutein yang berperan dalam pencegahan penebalan dalam dinding arteri. Bayam ini mengandung nitrat yang dapat meningkatkan fungsi endotel dan dapat menurunkan tingkat tekanan darah. Selain itu, bayam juga mengandung kalium, folat, dan juga magnesium yang dapat membantu mngontrol tekanan darah.

11. Kubis

kol - pixabay
Selain bayam, kubis juga merupakan jenis sayuran yang dapat menjaga tingkat tekanan darah terjaga dan terkendali. Kandungan potasium dalam syuran kubis ini dapat menghasilkan 12% dari asupan harian sehingga menjadi rekomendasi dalam porsi 2 cangkir sekitar 178 gram.

12. Ubi jalar

ubi jalar - pixabay
Ubi jalar ini selain memiliki kalium yang tinggi, tetapi juga mengandung nutrisi yang dapat menjamin kesehatan jantung. Kalium yang terkandung di dalamnya dapat membantu mengatur tekanan darah.

Nah, demikianlah pembahasan mengenai hipertensi dan sayuran yang dapat menurnkannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Penulis: Melia Fitrianingsih
Apakah Artikel Ini Bermanfaat ?

Comments

Newer Posts Older Posts